Peluang usaha Budidaya Kelinci

Budidaya kelinci amatlah menarik. Kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi sampai-sampai dapat hidup di hampir segenap dunia. Kelinci dibesarkan di daerah dengan populasi warga relatif tinggi, Terdapatnya penyebaran kelinci juga mendatangkan julukan yang berbeda, di Eropa dituturkan rabbit, Indonesia dituturkan kelinci.

Manfaat yang diperoleh dari kelinci ialah bulu atau hewaqn kesayangan dan daging yang sampai kala ini mulai laku keras di pasaran. Tidak Cuma itu hasil ikutan juga bisa digunakan untuk pupuk, kerajinan juga pakan ternak.

1. Persyaratan Lokasi Budidaya Kelinci.

Lokasi harus dekat dengan sumber air, jauh dari alamat manusia, bebas hambatan asap, bebas bau bauan, bebas suara bising dan terlindung dari predator.

2. Pegangan Teknis Budidaya Kelinci.

Yang mesti di lihat dalam budidaya kelinci ialah lokasi yang sesuai, disediakanya kandang, adanya bibit dan disediakanya pakan

A. Penyediaan Kandang Kelinci

Fungsi kandang untuk tempat berkembangbiak dengan suhu ideal 21� C, sirkulasi udara lancar, lama pencerahan ideal 12 jam dan terlindung dari predator.

Menurut kegunaannya, kandang kelinci dibedakan jadi kandang induk. Untuk induk atau kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya, kandang jantan, spesial untuk pejantan dengan skala lebih besar dan Kandang anak lepas sapih. Untuk menjauhi perkawinan awal grup dicoba pemisahan antara jantan dan betina. Kandang berdimensi 200x70x70 centi meter, tinggi alas 50 centi m cukup untuk 12 ekor betina atau 10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) dimensi 50x30x45 centi meter.

Menurut wujudnya kandang kelinci dipisah menjadi:

Kandang sistem postal, tanpa lembaran pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan sesuai untuk kelinci muda.
Kandang sistem ranch, dilengkapi dengan laman pengumbaran.
Kandang battery, menyerupai sangkar berbaris dimana satu sangkar bagi satu ekor mengenakan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid).
Perlengkapan kandang yang dibutuhkan yaitu wadah pakan dan minum yang tahan rusak dan gampang dibersihkan.

B. Pembenihan Kelinci

Bibit kelinci yang di pakai tergantung dari tujuan utama pelestarian kelinci tersebut.

Bagi tujuan jenis bulu atau binatang kesayangan maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex yaitu ternak yang cocok. Tapi bila di ambil daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan juga New Zealand adalah ternak yang cocok.

1. Seleksi bibit juga calon induk

Pada peternakan yang di ambil dagingnya, diseleksi jenis kelinci yang berbobot badan juga tinggi dengan perdagingan yang baik, tetapi pada peternakan yang di ambil bulu atau binatang piaraan harus memutuskan bibit-bibit yang mempunyai potensi genetik perkembangan bulu yang baik. Dengan Cara spesifik untuk keduanya harus mempunyai sifat fertilitas tinggi, tak sederhana nervous, tak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tak kusam, lincah dan aktif bergerak.

2. Perlindungan bibit dan calon induk

Perawatan bibit hendak menetapkan kualitas induk yang baik , maka dari itu penjagaan yang perlu dicermati ialah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik dan menghindari kandang dari

gangguan luar.

3. Sistem Pemuliabiakan Kelinci

Agar memperoleh generasi yang lebih baik dan melindungi sifat yang spesifik maka reproduksi dibedakan dalam 3 kategori yaitu:

In Breeding (silang dalam), untuk melindungi dan menekankan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.
Cross Breeding (silang luar), untuk memperoleh generasi lebih baik atau menambahkan sifat-sifat unggul.
Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk memperoleh bangsa atau jenis anyar yang diharapkan memiliki performa yang
merupakan perpadanan 2 keutamaan bibit.

4. Reproduksi dan Perkawinan

Kelinci betina lekas dikawinkan disaat meraih dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan kematian anak tinggi. Bila pejantan mula-mula kali mengawini, seyogianya kawinkan dengan betina yang sudah sempat beranak. Waktu kawin pagi atau sore hari di kandang pejantan dan abaikan maka terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan.

5. Proses Kelahiran Kelinci

Sesudah perkawinan kelinci betina hendak alami kebuntingan sepanjang 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan menyentuh perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang mempunyai anak guna berikan peluang mempersiapkan penghangat dengan metode menggugurkan bulunya. Kelahiran kelinci selalu terjadi dimalam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bermacam-macam sekitar 6-10 ekor.

C. Pemeliharaan

1. Sanitasi dan Kegiatan Preventif

Kandang diusahakan senantiasa kering supaya tak jadi sarang penyakit. Kandang yang lembab dan basah berdampak kelinci gampang pilek juga terserang penyakit kulit.

2. Pengontrolan Penyakit

Kelinci yang terserang penyakit biasanya mempunyai gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal tersebut lekas dikarantinakan termasuk benda pencemar juga tentu disingkirkan guna menyelamatkan wabah penyakit.

3. Penjagaan Ternak

Penyapihan pada anak kelinci dicoba setelah umur 7 sampai-sampai 8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2 – 3 ekor/kandang dan diadakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berpijak kemaluan harus guna menyelamatkan dewasa yang terlalu dini. Pengebirian bisa dicoba pada saat menjelang dewasa. Lazimnya dicoba pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.

4. Pemberian Pakan

Jenis pakan yang dikasihkan melingkupi hijauan serupa rumput lapangan, rumput gajah, sayur-mayur melingkupi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat melingkupi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk menggenapi pakan ini butuh pakan ekstra berwujud konsentrat yang bisa dibeli di toko pakan ternak. Pakan dan minum dikasihkan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit atau sesuai kebutuhan dan pukul 18.00 rumput diserahkan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum mesti diadakan di kandang untuk melengkapi kepentingan enceran tubuhnya.

5. Preservasi Kandang

Lantai atau alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan juga kotoran kelinci tiap hari harus dibersihkan untuk menjauhi keluarnya penyakit. Sinar matahari pagi pasti masuk ke kandang guna membinasakan bibit penyakit. Bilik kandang dicat mengenakan kapur atau ter. Kandang bekas kelinci sakit dibersihkan mengenakan kreolin atau lysol.

3. Hama dan Penyakit

1. Bisul

Penyebab: terbentuknya pengumpulan darah kotor di bawah kulit.

Pengendalian: pemotongan dan pengeluaran darah kotor berikutnya diberi Jodium.

2. Kudis

Penyebab: Darcoptes scabiei. Gejala: dicirikan dengan koreng di tubuh.

Pengendalian: dengan antibiotik salep.

3. Eksim

Penyebab: kotoran yang melekat di kulit.

Pengendalian: memanfaatkan salep/bedak Salicyl.

4. Penyakit telinga

Penyebab: kutu.

Pengendalian: meneteskan minyak nabati.

5. Penyakit kulit kepala

Penyebab: jamur.

Gejala: timbul seperti sisik pada kepala.

Pengendalian: dengan bubuk belerang.

6. Penyakit mata

Penyebab: bakteri dan debu.

Gejala: mata basah dan basah terus.

Pengendalian: dengan salep mata.

7. Mastitis

Penyebab: susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar.

Gejala: puting membeku dan panas bila dipegang.

Pengendalian: dengan tak menyapih anak terlalu mendadak.

8. Pilek

Penyebab: virus.

Gejala: hidung mengandung air terus.

Pengendalian: penyemprotan antiseptik pada hidung.

9. Radang paru-paru

Penyebab: bakteri Pasteurella multocida.

Gejala: napas sesak, mata dan telinga kebiruan.

Pengendalian: diberi minum Sul-Q-nox.

10. Buang Air Besar darah

Penyebab: protozoa Eimeira.

Gejala: nafsu makan hilang, tubuh kurus, perut membesar dan mencret darah.

Pengendalian: diberi minum sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam 1 liter air.

11. Hama pada kelinci rata-rata adalah predator dari kelinci serupa anjing. Pada

umumnya penangkalan dan pengendalianhama dan penyakit dicoba dengan

menjaga kebersihan area kandang, pemberian pakan yang serupa dan

memenuhi gizi dan penyingkiran secepatnya mungkin ternak yang sakit.

4. Panen

Hasil Utama : Hasil utama kelinci ialah daging dan bulu atau binatang kesayangan
Hasil Penambahan : Hasil penambahan berbentuk kotoran untuk pupuk
Penangkapan : Setelah Itu yang mesti dilihat dalam budidaya kelinci ialah kiat memegang kelinci sekiranya yang benar supaya kelinci tak kesakitan.
5. Pasca Panen

1. Stoving

Kelinci dipuasakan 6-10 jam saat sebelum potong untuk meluangkan usus. Pemberian minum tetap .

2. Pemotongan

Pemotongan dapat dengan 3 cara:

Pemukulan pendahuluan, kelinci dipukul dengan benda tumpul pada kepala terus ketika koma disembelih.
Pematahan tulang leher, dipatahkan dengan jeratan pada tulang leher. Metode ini kurang baik.
Pemotongan biasa atau langsung di sembelih, sama kayak memotong ternak lain.
3. Pengulitan

Pengulitan diawali dari kaki belakang ke arah kepala dengan posisi kelinci digantung.

4. Pengeluaran Jeroan

Kulit perut disayat pada pusar sampai ekor setelah itu dalaman serupa usus, jantung dan paru-paru dikeluarkan. Yang harus dilihat kandung air seni tak diperbolehkan sampai rusak bisa pengaruhi kualitas karkas.

5. Pemotongan Karkas

Kelinci dipotong jadi 8 bagian, 2 potong kaki depan, 2 potong kaki belakang, 2 potong bagian dada dan 2 potong bagian belakang. Presentase karkas yang baik 49-51%.

6. Analisa Usaha Budidaya Kelinci
Daftar Pustaka

1. Anonymous, 1986, Proteksi Kelinci dan Burung Puyuh, Yasaguna, Jakarta.

2. Kartadisastra. HR, 1995, Beternak Kelinci Unggul, Kanisius, Yogyakarta.

3. Sarwono. B, 1985, Beternak Kelinci Unggul, Penebar Swadaya, Jakarta.

4. Yunus. M dan Minarti. S, 1990, Aneka Ternak, Universitas Brawijaya, Malang.

Kontak Hubungan

1. Proyek Pembangunan Ekonomi Masyarakat Pedesaan � BAPPENAS Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829

2. Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Penggunaan dan Sosialisasi Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id

 

You May Also Like